Kamis, 12 Februari 2015

10 Restoran Termahal di Dunia

1. Restoran Aragawa di Tokyo
Porsi makan satu orang: 368 USD
Steak house yang terletak di distrik Shinbashi Tokyo ini terkenal dengan suguhan beef-nya, tapi kenyataannya beef adalah menu utama yang mereka suguhkan. Restoran ini bekerja sama secara eksklusif dengan sebuah pertenakan dan menyuguhkan steaknya hanya dengan lada dan mustard.


                                 
                                   




2. Restoran Alain Ducasse au Plaza Athénée di Paris
Porsi makan satu orang : 231 USD
Tiga restoran Alain Ducasse telah dibuka baru-baru ini. Salah satunya yang bertempat di sebuah hotel termegah di Paris hanya memiliki 50 bangku dan 55 staf restoran. Menu utama yang paling menggiurkan adalah te volaille de bresse, yang terdiri dari ayam tak bertulang yang khusus diternakkan di Burgundy. Sebelum Anda mem-booking penerbangan ke Paris : tolong diingat bahwa restoran ini tutup selama 1 bulan setiap musim panas juga pada hari-hari terakhir menjelang Natal.


                                    




3. Restoran Gordon Ramsay di London
Porsi makan satu orang: 183 USD
Seorang Chef asal Inggris, Gordon Ramsay, membuka restoran yang dinamai sang pemilik ini pada tahun 1998. Meskipun dia memperkenalkan yang kedua baru-baru ini di Claridge's, lokasi di the Royal Hospital Road tetap menjadi café tempat bercengkerama pilihan bagi para pengunjung yang teliti. Restoran ini hanya memiliki 13 meja dan hanya lima yang berisikan dua bangku dan harus dibooking tepat 2 bulan sebelumnya. Line telepon telah dibuka setiap jam 9.00 pagi. Berbagai pilihan menu termasuk burung merpati dengan foie gras (pasta hati sebagai penyedap) dan daging domba Cornish.


                               




4. Restoran Sushi Kaji di Toronto
Porsi makan satu orang: 109 USD
Chef eksekutif restoran Sushi Kaji, Mitsuhiro Kaji, yang dating dari Jepang pada tahun 1980, mengirim ikan-ikannya langsung dari Tokyo kurang dari sehari setelah ditangkap dan dihidangkan tepat di hari ikan-ikan itu tiba dan ia tidak akan menyimpan ikan-ikannya. Dengan menu untuk setiap orang tersedia mulai dari 80 dollar, 100 dollar dan 120 dollar, seporsi hidangan di Sushi Kaji bisa menjadi sensasional bergantung dari mood Anda. Berbagai hidangan mencakup sup semangka dan strawberry, lele barbecue dan acar mentimun dan fluke (sejenis ikan gepeng) goreng dengan saus tomat yang pedas.


                                



5. Restoran Queue de Cheval Steak House di Montreal
Porsi makan satu orang : 85 USD
Tidak mengherankan jika Queue de Cheval terkenal dengan corn-fed beef nya, yang dikeringkan selama 35 hari di tempat-tempat penyimpanan daging restoran sebelum disiapkan dan dihidangkan. Pengunjung yang lapar dapat memilih dari potongan daging pilihan di antara tulang iga utama dengan sirloin, yang dituangi sebotol anggur California atau Australia dari penyimpanan anggur di bawah tanah.


                               




6. Restoran El Amparo di Madrid
Porsi makan satu orang: 70 USD
Bertempat di sebuah rumah kereta yang telah didisain ulang, Basque dari El Amparo adalah salah satu restoran tercantik di Madrid. List daftar anggur yang luar biasa mencakup pilihan anggur terlengkap yang berasal dari Iberian Peninsula, dan hidangan terpilih mencakup salmon dingin dengan sorbet tomat. Porsi-porsi kecil restoran ini yang terkenal hanya untuk membawa Anda datang kembali di malam hari, tetapi apabila Anda lapar setelah hidangan utama, maka menikmati chocolate souffle adalah pilihan yang paling tepat.


                             





7. Restoran Whampoa Club di Shanghai
Porsi makan satu orang: 63 USD
Setengah dari pengalaman bersantap di Whampoa Club adalah lokasinya yaitu di Three on the Bund, sebuah retail luks di kota perdagangan Shanghai dengan ruang makan tepat menghadap sungai dan gemerlap lampu-lampu kota ditambah dengan dekorasi restoran, seperti tempat lilin kristal raksasa, ruangan pribadi yang dibatasi dengan kaca pastel yang dilukis indah dan panel-panel dinding dengan disain mewah Art Nouveau. Hidangannya juga tidak diragukan kelezatannya. Jereme Leung, seorang chef asal Hong Kong chef yang telah mulai memasak sejak berumur 13 tahun, menyiapkan hidangan tradisional Shanghai dengan cara modern, seperti drunken chicken dan beef strips yang renyah dan kulit jeruk yang dikeringkan.


                                




8. Restoran Boeucc di Milan:
Porsi makan satu orang : 62 USD
Restoran yang mengharuskan pengunjungnya memakai jaket ini terletak di pusat kota Milan dan dikabarkan adalah restoran tertua di kota ini (diketemukan pada tahun 1696). Pelayanannya yang baik membuktikan bahwa restoran ini memang telah cukup lama berdiri. Anda bisa mencicipi risotto saffron yang warna kuningnya nampak begitu lezat, daging sapi muda yang dibubuhi kentang halus.


                             




9. Restoran Acquarello di Munich
Porsi Makan satu orang : 125 USD
Restoran Italia dengan gaya Mediterania ini memiliki dinding fresco warna pastel dan menyediakan segala macam menu mulai dari burung dara, daging sapi muda, sampai pasta. Berbagai masakan ikannya seperti ikan salmon dibumbui daun bawang dan kaviar atau dorade untuk porsi dua orang yang disirami saus jeruk beraroma seledri sungguh amat layak disantap.


                               




10. Restoran Alberto Ciarla di Roma
Porsi Makan satu orang : 113 USD
Ada beberapa paket menu pilihan lezat dengan harga tersendiri di restoran Italia yang mewah ini; tiap paket memiliki 6 macam roti, dan setiap pilihan berbeda bumbu disesuaikan dengan yang terbaru dan segar. Menu Nelayannya menawarkan tujuh hidangan, termasuk diantaranya adalah linguini (pasta panjang tipis) dicampur dengan ikan tuna yang sedap, pasta tagliatelle dengan siput panggang, dan potongan-potongan tipis ikan pedang (swordfish) .


                                 

Selasa, 03 Februari 2015

Sejarah Kota Lampung

Piagam Bojong menunjukkan bahwa tahun 1500 hingga 1800 Masehi Lampung dikuasai oleh kesultanan Banten.

Putra mahkota Banten, Sultan Haji, menyerahkan beberapa wilayah kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa kepada Belanda. Di dalamnya termasuk Lampung sebagai hadiah bagi Belanda karena membantu melawan Sultan Ageng Tirtayasa.


Permintaan itu termuat dalam surat Sultan Haji kepada Mayor Issac de Saint Martin, Admiral kapal VOC di Batavia yang sedang berlabuh di Banten. Surat bertanggal 12 Maret 1682 itu isinya, Saya minta tolong, nanti daerah Tirtayasa dan negeri-negeri yang menghasilkan lada seperti Lampung dan tanah-tanah lainnya sebagaimana diinginkan Mayor/ Kapten Moor, akan segera serahkan kepada kompeni.

Surat itu kemudian dikuatkan dengan surat perjanjian tanggal 22 Agustus 1682 yang membuat VOC memperoleh hak monopoli perdagangan lada di Lampung.

Akan tetapi, upaya menguasai pasar lada hitam Lampung kurang memperoleh sambutan baik. Pada 21 November 1682 VOC kembali ke pulau Jawa hanya membawa 744.188 ton lada hitam seharga 62.292,312 gulden.

Dari angka itu dapat disimpulkan bahwa Lampung kala itu dikenal sebagai penghasil lada hitam utama. Lada hitam pula yang mengilhami berbagai negara Eropa ambil bagian dalam konstelasi politik Nusantara kala itu. Penguasaan sumber rempah-rempah dunia berarti menguasai perdagangan dunia-dan tentu saja wilayah.

Kejayaan Lampung sebagai sumber lada hitam pun mengilhami para senimannya sehingga tercipta lagu Tanoh Lada. Bahkan, ketika Lampung diresmikan menjadi provinsi pada 18 Maret 1964, lada hitam menjadi salah satu bagian lambang daerah itu. Namun, sayang saat ini kejayaan tersebut telah pudar.

Sejarah Kota Lampung

Piagam Bojong menunjukkan bahwa tahun 1500 hingga 1800 Masehi Lampung dikuasai oleh kesultanan Banten.

Putra mahkota Banten, Sultan Haji, menyerahkan beberapa wilayah kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa kepada Belanda. Di dalamnya termasuk Lampung sebagai hadiah bagi Belanda karena membantu melawan Sultan Ageng Tirtayasa.


Permintaan itu termuat dalam surat Sultan Haji kepada Mayor Issac de Saint Martin, Admiral kapal VOC di Batavia yang sedang berlabuh di Banten. Surat bertanggal 12 Maret 1682 itu isinya, Saya minta tolong, nanti daerah Tirtayasa dan negeri-negeri yang menghasilkan lada seperti Lampung dan tanah-tanah lainnya sebagaimana diinginkan Mayor/ Kapten Moor, akan segera serahkan kepada kompeni.

Surat itu kemudian dikuatkan dengan surat perjanjian tanggal 22 Agustus 1682 yang membuat VOC memperoleh hak monopoli perdagangan lada di Lampung.

Akan tetapi, upaya menguasai pasar lada hitam Lampung kurang memperoleh sambutan baik. Pada 21 November 1682 VOC kembali ke pulau Jawa hanya membawa 744.188 ton lada hitam seharga 62.292,312 gulden.

Dari angka itu dapat disimpulkan bahwa Lampung kala itu dikenal sebagai penghasil lada hitam utama. Lada hitam pula yang mengilhami berbagai negara Eropa ambil bagian dalam konstelasi politik Nusantara kala itu. Penguasaan sumber rempah-rempah dunia berarti menguasai perdagangan dunia-dan tentu saja wilayah.

Kejayaan Lampung sebagai sumber lada hitam pun mengilhami para senimannya sehingga tercipta lagu Tanoh Lada. Bahkan, ketika Lampung diresmikan menjadi provinsi pada 18 Maret 1964, lada hitam menjadi salah satu bagian lambang daerah itu. Namun, sayang saat ini kejayaan tersebut telah pudar.

Sejarah Kerajaan Sunda

Di wilayah Jawa Barat Muncul kerajaan Sunda yang diduga merupakan kelanjutan dari Kerajaan Tarumanegara yang runtuh pada abad ke-7. Menurut kitab Carita Parahiyangan, sebenarnya lahirnya Tarumanegara telah didahului oleh sebuah kerajaan yang bernama Salakanagara yang beribukota di Rajataputra. Kerajaan salakanagara sebelum diperintah oleh raja Dewawarman (Dharmalokapala) merupakan sekumpulan pedukuhan kecil-kecil yang dikuasai oleh Aki Tirem. Namun,sayang sekali sumber sejarah lain tidak ada yang menguatkannya sehingga keberadaan keraaj tersebut masih diragukan.

Berita pertama kemunculan Kerajaan sunda diperoleh dari prasasti Canggal (732). Prasasti canggal menerangkan , Sanjaya (Raja Mataram) telah mendirikan tempat pemujaan di Kunjarakunja (daerah Wukir). Dia adalah anak Sannaha, saudara perempuan Raja sanna.

Berkenaan dengan hal tersebut, kitab carita parahiyangan mengatakan bahwa raja Sena berkuasa di kerajaan Galuh. Suatu ketika terjadi perebutan kekuasaan yang dilakukan oleh Rahyang Purbasora. Raja sena berhasil dikalahkan dan melarikan diri ke Gunung merapi bersama keluarganya. Selanjutnya, sanjaya putra Sannaha berhasil mengalahkan Rahyang Purbasora dan menduduki takhta Galuh. Beberapa waktu kemudian, Raja sanjaya pindah ke Jawa Tengah menjadi raja di Kerajaan Mataram, sedangkan Sunda dan Galuh diserahkan kepada puteranya, Rahyang Tamperan. Sampai saat ini para ahli masih berbeda pendapat mengenai keterkaitan antara tokoh Sanna dan sanjaya di dalam prasasti Canggal dengan raja sena dan Sanjaya di dalam kitab carita parahiyangan.


Dalam waktu yang cukup lama tidak diketahui perkembangan keadaan Kerajaan Sunda selanjutnya. Kerajaan Sunda baru muncul lagi pada tahun 1030 ketika dipimpin oleh Maharaja Sri Jayahbhupati. Nama Sri Jayabhupati terdapat pada Sang Hyang Tapak yang ditemukan di daerah Cibadak (Sukabumi). Ia bergelar Wikramottunggadewa, sebuah gelar yang sering digunakan pemerintahan Airlangga di Mataram. Adanya gelar tersebut menimbulkan bermacam dugaan. Sri Jayabhupati mungkin takluk-kan Airlangga, atau sebaliknya musuh airlangga, atau tak ada keterkaitan sama sekali. Yang jelas, Sri Jayabhupati menegaskan dirinya sebagai Hajiri ri sunda (Raja di Sunda). Pada masa pemerintahannya ibukota kerajaan Sunda adalah Pakuan Pajajaran.

Pengganti Sri Jayabhupati adalah Prabu Raja wastu (Rahyang Niskala Wastu Kancana). Ia memindahkan ibukota kerajaan dari pakuan Pajajaran ke Kawali (Ciamis) dan membangun istana di Surawisesa. Setelah meninggal , Prabu raja wastu digantikan oleh anaknya, Rahyang Ningrat Kencana (Rahyang Dewa Niskala). Selanjutnya tampuk pemerintahan jatuh kepada sri baduga Maharaja. Pada masa pemerintahannya, kerajaan Sunda dirundung duka dengan terjadinya peristiwa Bubat (1357). Dalam peristiwa Bubat itu hampir seluruh pasukan sunda gugur di daerah Kerajaan Majapahit. Keadaan ini tidak berarti bahwa sunda tidak mempunyai raja lagi.

Ketika peristiwa bubat terjadi, putra mahkota kerajaan sunda, Niskala wastu Kancana masih kecil, sehingga untuk sementara waktu pemerintahan dipegang oleh Hyang bunisora (1357-1371). Setelah menginjak dewasa, Niskala wastu Kancana (1371-1474) menerima kembali tampuk kekuasaan dari Hyang bunisora. Ia memerintah cukup lama, yaitu 104 tahun. Masa pemerintahan yang panjang ini disebabkan Niskala Wastu Kancana menjalankan pemerintahan dengan baik. Selalu menaati ajaran agama dan memperhatikan kesejahteraan rakyat. Berbeda dengan penggantinya, Ningrat Kencana (1474-1482) banyak melanggar tradisi-tradisi raja sunda. Akibatnya ia kurang disenangi rakyat dan masa pemerintahannya relatif pendek.

Ningrat Kencana diganti oleh Sang Ratu Jayadewata (1482-1521). Sang Ratu Jayadewata memindahkan ibukota kerajaan dari Kawali ke Pakuan Pajajaran. Pada saat itu pengaruh islam mulai memasuki Kerajaan sunda. Penduduk di wilayah utara sudah banyak menganut islam, terutama di daerah Banten dan Cirebon. Dalam menghadapi situasi seperti itu, raja berusaha menjalin persekutuan dengan portugis di Malaka. Pada tahun 1512 dan 1521 di kirimlah utusan ke Malaka dibawah pimpinan prabu Surawisesa (1521-1535), Putra mahkota kerajaan sunda.


Prabu Surawisesa kemudian menggantikan takhta sang Ratu Jayadewata. Di tengah-tengah masa kekuasaannya, pelabuhan besar Sunda kelapa jatuh ke tangan Kerajaan islam Banten. Portugis yang menjanjikan bantuannya ternyata tidak bisa berbuat apa-apa. Akhirnya pusat kerajaan sunda terputus hubungannya dengan daerah luar. Pengganti Surawisesa, Prabu ratudewata (1535-1543) harus menjalani masa-masa kritis dengan adanya serangan tentara Islam yang bertubi-tubi. Akan tetapi, sejauh itu kedaulatan Kerajaan Sunda masih dapat dipertahankan.
Prabu Ratudewata dalam kesehariannya lebih berperan sebagai pendeta daripada sebagai raja, bahkan tidak menghiraukan kesejahteraan rakyat. Raja yang kemudian menggantikannya, yaitu sang Ratu Saksi (1543-1551) ternyata seorang raja kejam dan selalu hidup bersenang-senang. Demikian penggantinya, Tohaan Di Majaya (1551-1567) malah memperindah istana, suka mabuk-mabukan, berfoya-foya dan melupakan tugas kerajaan. Keadaan ini diperparah dengan gencarnya serangan Islam dari sebelah Utara. Akibatnya, pada masa pemerintahan Nusiya Mulya, negara sudah lemah sekali sehingga mudah dikalahkan tentara Islam banten pada akhir abad ke-16.


Pada masa kekuasaan raja-raja sunda, aspek sosial ekonomi rakyat cukup mendapat perhatian. Meskipun pusat kekuasaan kerajaan sunda berada di pedalaman, namun hubungan dagang dengan daerah atau bangsa lain berjalan baik. Kerajaan sunda memiliki pelabuhan-pelabuhan penting, seperti Banten, Pontang, Cigede, Tamgara, Sunda kelapa dan Cimanuk. Di kota-kota tersebut diperdagangkan lada, beras, sayur-sayuran, buah-buahan dan hewan piaraan. Disamping kegiatan perdagangan , pertanian merupakan kegiatan yang banyak digeluti rakyat. Cara bertani yang dilakukan umumnya berladang atau berhuma. Aktivitas berladang memiliki ciri kehidupan selalu berpindah-pindah. Hal ini ternyata menjadi salah satu bagian tradisi sosial kerajaan sunda yang dibuktikan seringnya memindahkan pusat kerajaan. Oleh karena itu, kerajaan sunda tidak banyak meninggalkan keraton yang permanen, candi atau prasasti-prasasti. Candi yang paling dikenal di Jawa Barat hanyalah candi Cangkuang yang berada di Leles, garut.

Candi cangkuang yang ditemukan tahun 1966 susunan bangunannya bersorak Siwaistis. Keterkaitan candi cangkuang dengan kerajaan sunda kurang begitu jelas. Namun, karena lokasi candi tersebut berada di daerah kekuasaan kerajaan sunda, maka dapatlah diduga bahwa masyarakat sunda lebih dipengaruhi agama Hindu daripada Buddha.

Sejarah Kerajaan Kanjuruhan

kerajaan yang pertama kali muncul di Jawa Timur adalah Kerajaan Kanjuruhan. Banyak dari para ahli menduga bahwa Kanjuruhan merupakan kelanjutan Kerajaan Ho-ling yang pusat kekuasaannya dipindahkan dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. Munculnya Kanjuruhan diketahui dari prasasti Dinoyo di daerah Malang yang berangka 760, menggunakan huruf Kawi dan berbahasa Sansekerta. 

Didalam prasasti Dinoyo diceritakan bahwa Kerajaan Kanjuruhan diperintah oleh Raja Dewasimha, setelah meninggal, Ia digantikan oleh putranya Limha yang kemudian beralih nama menjadi Gajayana. Gajayana beragama Hindu yang memuja dewa Agastya. Ia membangun sebuah candi yang indah untuk sang Agastya. Ia pun membuat membuat arca yang melukiskan agastya dari batu hitam yang sebelumnya dibuat dari kayu cendana. Bersamaan dengan pentasbihan bangunan suci tersebut. Gajayana menganugerahkan sebidang tanah, sapi dan kerbau, serta budak laki-laki dan perempuan sebagai penjaga kepada para pendeta. Selain itu, Raja mengutuk bagi mereka yang tidak mau memelihara bangunan suci beserta kelengkapannya.

Pusat kekuasaan Kerajaan Kanjuruhan berada di Desa Kejuron sekarang ini. Disebelah utara desa tersebut, terdapat bangunan Purbakala peninggalan kerajaan Kanjuruhan , yaitu Candi Badut. Letak candi Badut tepatnya di desa Badut sekitar 9 km dari Malang. Candi Badut merupakan candi tertua di Jawa Timur. Seni bangunan candi masih berlanggam Jawa Tengah, karena memiliki serambi pada tubuh candi. Bangunan kuno keagamaan tersebut bersifat Siwaisme (Hindu yang memuja Siwa). Buktinya di ruang tengah terdapat Lingga Yoni, di relung utara ada arca Durga dan di bagian halaman bangunan terdapat arca Nandi.

Kerajaan Kanjuruhan tidak lama berkembang. Kanjuruhan mungkin ditaklukkan oleh Mataram dan para penguasanya menjadi Raja Bawahan dengan gelar Rakyan Kanuruhan. Para ahli berpendapat, Rakai Wakutuka menaklukkan Kerajaan Kanjuruhan disekitar awal abad ke-10

CR7 Pemain Terbaik Eropa Musim 2013-2014

Cristiano Ronaldo (Foto: @ChampionsLeague) 
   MONACO – Cristiano Ronaldo dan Nadine Kessler resmi menjadi pemain terbaik Eropa musim 2013-2014. Ini adalah kali pertama Ronaldo terpilih menjadi pemain terbaik Eropa setelah tiga musim sebelumnya hanya masuk nominasi.

Prestasi ini melengkapi kesukses yang ia raih bersama Real Madrid saat merengkuh La Decima pada Mei 2014. Saat itu El Real mengalahkan tim satu kota, Atletico Madrid dengan skor 3-1 dan CR7-nama beken Ronaldo- mencetak satu gol.

Sebelum namanya disebutkan oleh Michel Platini sebagai pemain terbaik Eropa, Ronaldo masuk nominasi bersama dua pemain Bayern Municn yaitu Manuel Neuer dan Franck Ribery. Selama musim 2013-2014, CR7 telah bermain sebanyak 47 pertandingan bersama Madrid dan mengoleksi 51 gol, juga dengan rataan mencetak gol 1,09 per penampilan.

Pada tiga musim sebelumnya kapten tim nasional Portugal ini hanya masuk nominasi saja, tepatnya pada musim 2011 hingga 2013 CR7 kalah dari Lionel Messi, Andres Iniesta, dan Franck Ribery. Didaulat sebagai pemain terbaik tak membuat CR7 lupa akan akarnya, untuk itu secara spesial ia mengucapkan terimakasih kepada rekan satu timnya di Madrid.

“Saya sangat-sangat senang. Tetapi saya harus berterimakasih kepada rekan satu tim saya, karena tanpa mereka tak mungkin penghargaan individu ini saya dapat. Itu tidak mungkin,” ucap Ronaldo dilaporkan @ChampionsLeague, Jumat (29/8/2014).

Sementara itu pesepakbola wanita asal Jerman, Nadine Kessler terpilih menjadi pemain terbaik wanita di Eropa musim 2013-2014. Nadine saat ini berhasil mengalahkan dua nominasi lainnya Marina Muller dan Nilla Fischer, ketiganya berasal dari Jerma

Sejarah Kerajaan Kediri

Lahirnya Kerajaan Kediri berkaitan dengan adanya pembagian kekuasaan di Kerajaan Mataram. Airlangga membagi Kerajaan bertujuan untuk menghindari terjadinya perang saudara di Mataram. Setelah Mataram dibagi dua oleh Mpu Bharada,muncullah Panjalu dan Janggala yang dibatasi oleh gunung Kawi dan sungaiBrantas. Kerajaan Panjalu diberikan kepada Samarawijaya, iparnya, sedangkan Janggala diberikan kepada Mapanji Garasakan, anaknya yang kedua. Anak pertama Airlangga adalah seorang putri yang menjadi Pertapa. Sumber sejarah yang menceritakan pembagian kerajaan terdapat dalam prasasti Wurara (1289 M), kitab Negarakertagama, dan kitab Calon arang. 

Dalam perkembangan selanjutnya, ibukota kerajaan panjalu di Daha dipindahkan ke wilayah Kediri, sehingga nama kerajaan lebih dikenal sebagai Kerajaan Kediri. Selama kekuasaan Samarawijaya, Kerajaan Kediri dan Janggala tidak pernah hidup berdampingan secara damai. Perebutan kekuasaan terus berlangsung hingga pada tahun 1052, Mapanji Garasakan dapat mengalahkan Samarawijaya. Namun Mapanji Garasakan tidak lama memimpin kerajaan. Tampuk pemerintahan lalu jatuh kepada Mapanji Alanjung Ahyes, dan kemudian beralih lagi ke Samarotsaha. Setelah Samrotsaha berkuasa, selama kira-kira 60 tahun tidak ada berita mengenai keadaan kediri dan Janggala. Mungkin selama itu terjadi perebutan kekuasaan diantara keduanya dan pihak yang memenangkan persaingan tidak begitu jelas beritanya.

Pada tahun 1117 Kerajaan Kediri dipimpin oleh Bameswara. Namun masa pemerintahannya tidak banyak diketahui. Bameswara digantikan oleh Jayabhawa. Pada masa Jayabhawa (1135-1157) Kerajaan Kediri mencapai puncak kejayaan. Jayabhawa disebut sebagai penjelmaan Dewa Wisnu. Ketika Ia berkuasa, pertentangan dengan Janggala berakhir setelah Ia dapat menguasai kerajaan tersebut. Dua Pujangga terkenal, Mpu Sedah dan Mpu Panuluh kemudian mengubah syair Bharatayudha sebagai peringatan atas peperangan antara Kediri dan Janggala.

Sepeninggal Jayabhaya, Kerajaan Kediri berturut-turut dipimpin oleh Sarweswara, Aryyeswara, Kroncaryyadipa, Kameswara dan Kertajaya. Kertajaya (1185-1222) adalah Raja terakhir Kerajaan Kediri. Dalam masa pemerintahannya terjadi pertentangan antara dirinya dan para Brahmana. Pertentangan itu disebabkan Kertajaya dianggap telah melanggar adat dan memaksa para Brahmana menyembahnya sebagai Dewa. Para Brahmana kemudian meminta perlindungan kepada Ken Arok. Pada tahun 1222 pecahlah pertempuran antara pasukan Ken Arok dan prajurit Kertajaya di Ganter. Dalam peperangan ini Ken Arok dapat mengalahkan Kertajaya sehingga runtuhlah Kerajaan Kediri. Sejak saat itu muncullah kerajaan baru Singhasari.

Pada masa Kerajaan Kediri , seni sastra, terutama Jawa Kuno tumbuh dengan pesat. Namun karya-karya sastra masa Kerajaan Kediri kurang mengungkap keadaan pemerintahan dan masyarakat pada zamannya. Gambaran kehidupan masa Kediri justru ditulis sumber asing, yaitu orang Cina. Misalnya, didalam kitab Ling-wai-tai-ta (1178) karya Chou Ku-fei yang menerangkan orang-orang Kediri memakai kain sampai lutut, rambutnya diurai, rumah-rumah telah teratur dan bersih, pertanian dan perdagangan telah maju, orang-orang yang salah didenda dengan emas , kecuali pencuri dan perampok yang dibunuh, telah digunakan mata uang perak, orang sakit tidak lagi menggunakan obat, tetapi memohon kesembuhan kepada para dewa atau kepada Buddha, tiap bulan ke-5 diadakan pesta air, alat musik yang digunakan berupa seruling, gendang dan gambang dari kayu.

Selain itu kitab Chu-fan-chi (1225) karya Chau Ju-kua mengatakan bahwa so-ki-tan yang merupakan bagian dari She-po (Jawa) telah memiliki daerah-daerah taklukan. Para ahli memperkirakan Su-ki-tan adalah sebuah kerajaan yang berada di jawa Timur, yang tak lain adalah Kerajaan Kediri. Mungkin juga Su-ki-tan sebagai kota pelabuhan yang telah dikenal para pedagang dari luar negeri, termasuk Cina

Pemahaman Desainer Grafis


1. Pemahaman terhadap Persepsi, Visual Organisasi dan Estetika


Desainer bekerja dengan format visual dan bagaimana format itu diaplikasikan untuk menyampaikan suatu maksud. Format ini dikenal dengan Bahasa Visual. Bentuknya sangat beragam, dapat berupa titik, garis, bentukan, wahana, volume, ruang, area, teksture, warna dan sebagainya yang berwujud secara riil berupa type, image, photo maupun teks, baik dalam tampak dua dimensi maupun 3 dimensi. Pemahaman aspek dasar kosa kata visual bagi desainer dibangun dengan memperkuat persepsi pada format-format tersebut. Selanjutnya, desainer akan mengorganisasikan semuanya dengan kemampuannya mengeksekusi visual berdasarkan pengalaman dan pemahaman estetik yang dimilikinya. Beberapa hal konkret yang perlu dipahami misalnya:


Pemahaman Struktur Format; mengkaji aspek positif dan negatif dari beragam format.


Analisa dan Uji Coba Format; bagaimana suatu format 2 dimensi atau 3 dimensi dapat ditempatkan pada sebuah ruang atau media.


Pertimbangan terhadap Struktur dan Sistem; merupakan suatu upaya keteraturan dalam melakukan proses kerja desain. Misal: menggunakan grid system/sistem garida dalam menciptakan aspek harmonis dalam sebuah rancangan.


Ekplorasi Gejala Visual; menangkap respon intuitif terhadap format, warna, bentuk, tekstur dan sebagainya.


Komposisi dan Kerangka Visual; mengambil keputusan mengenai apa yang harus ditampilkan pada sebuah image dan bagaimana unsur-unsur dalam image-image tersebut jika dibandingkan atau disandingkan antara satu dengan yang lain.


Abstraksi Visual; mengidentifikasi tampilan suatu obyek dan tahapan dalam proses penyederhanaannya.


Kesatuan Format; suatu upaya yang dilakukan dengan melihat hubungan pada setiap bagian-bagian desain seperti proporsi, skala dan dimensi, simetri atau asimetri, contrast, balance dan sebagainya.


Materi-materi pendidikan diatas merupakan materi basic yang harus dipahami sejak awal. Aplikasi pembelajarannya berbeda-beda pada setiap institusi, misal: nirmana dua dimensi/tiga dimensi, estetika, studi seni rupa dasar dan masih banyak lagi.


2. Pemahaman terhadap Teknik Visualisasi


Desainer harus familiar dengan perangkat dasar pekerjaannya juga dengan proses dan teknik dalam memproduksi karya, mulai dari sketsa, model hingga ke final artwork. Tentunya perangkat-perangkat tersebut digunakan dengan sensitifitas dan skill yang memadai. Apapun alat yang digunakan baik photography, model making, diagram, drawing dan sebagainya, adalah bertujuan untuk membangun gagasan. Ada banyak ragam teknik visualisasi, dan berikut ini adalah beberapa gambarannya:


Photography; para desainer menghormati photography sebagai sebuah proses yang dekat dengan “kenyataan”, photography adalah teknik visualisasi yang sangat berperan pada kerja desain grafis dalam menyampaikan sesuatu yang realis, selain dapat membangkitkan emosi tertentu.





Translasi Visual; adalah teknik visualisasi dengan mengambil esensi dari suatu image, diringkas, direka ulang menjadi image baru. Ada beberapa desainer yang menamakan translasi visual sebagai visual morphing, visual hirarki, tahapan visual dan lain-lain, namun pada intinya yang ditekankan adalah bagaimana sebuah tampilan visual dapat terwujud dan memiliki rangkaian proses yang rasional.





Model Making; teknik visualisasi yang mengekplorasi format tiga dimensional guna merencanakan, men-simulasikan atau mengembangkan format visual menjadi prototipe bagi suatu produk baru atau produk yang siap dipamerkan.





Menggambar; adalah teknik visualisasi yang sangat umum dan dilakukan pada kondisi awal, berfungsi sebagai kumpulan gagasan yang mengalir. Gambar biasanya belum divisualisasikan dengan tampilan yang lebih sempurna kecuali gambar tersebut dibutuhkan sebagai mana adanya, misal komik, ilustrasi manual, hand drawing bahkan terkadang storyboard dalam sebuah proyek TV komersial juga digarap secara manual.





Typography; adalah teknik visualisasi dengan menggunakan fungsi huruf berdasarkan fungsi dasar huruf itu sendiri sebagai bagian dari teks yang memiliki fungsi keterbacaan atau digunakan berdasarkan format fisiknya. Huruf juga harus dipahami baik secara historis, struktur, penamaan, style dan penggunaannya.





3. Pemahaman terhadap Material dan Perangkat Teknologi


Teknologi selalu bermain peranan dalam proses mendesain dan proses informasi komunikasi visual. Perangkat teknologi menjadi penting sekali untuk menunjang kesempurnaan hasil kerja desain dalam mengolah berbagai gagasan, bahan dan hasil akhir dari sebuah proyek desain. Sebut saja komputer, kamera, airbrushes, video, film, mesin cetak, plotter dan sebagainya adalah merupakan alat-alat yang digunakan dalam menciptakan produk desain. Pastinya desainer akan memilih, alat apa yang akan digunakan dalam menghasilkan dan mewujudkan rancangan, itupun harus disesuaikan dengan kebutuhan klien. Pemilihan material dan perangkat teknologi yang tepat akan menentukan kualitas tampilan dari sebuah produk desain.


4. Pemahaman dalam Menelurkan Gagasan dan Proses Desain


Bagian terpenting dari kerja desain setelah gagasan-gagasan terwujud adalah bagaimana cara menyampaikan itu semua pada pihak yang berkepentingan. Desainer harus memiliki kemampuan untuk menelurkan gagasan namun juga harus dapat menerima koreksi dan evaluasi sebagai umpan balik. Dalam hal ini diperlukan pemahaman teknis; untuk menuliskan konsep secara obyektif, meringkas sebuah ‘rasional kreatif’; menyajikan gagasan dengan efektif baik secara lisan, visual atau dengan audiovisual yang mendukung; dan untuk mendengarkan masukan secara berhati-hati.


5. Pemahaman terhadap Pesan dan Isi


Diperlukan kemampuan berpikir dalam menciptakan sebuah maksud atau arti dari image, type dan simbol. Kemampuan yang sangat esensial tersebut diperlukan untuk menjabarkan sebuah perspektif informasi visual secara persuasif pada pihak yang berkepentingan dan dapat mencapai sasaran sesuai dengan gagasan. Pemahamannya dapat dipelajari misalnya dengan:


Semantic; adalah studi tentang bagaimana memahami image dan teks.


Visual Metaphore; adalah studi tentang kiasan visual dan pemaknaan pada lambang. Sebagai contoh, obor merupakan abstraksi gagasan untuk kemenangan, kebebasan atau kemerdekaan.


Komunikasi dan Persuasi; adalah studi yang menekankan uji coba dalam mengkomunikasikan dan bagaimana cara menyampaikan suatu statemen visual yang mengesankan.


Signs dan Symbology; meneliti tanda-tanda visual berupa image dan simbol yang lazim digunakan dalam desain grafis dan mengenal target komunikasinya.


6. Metode, Perencanaan dan Manajemen


Menentukan bagaimana cara menyajikan gagasan secara visual dan berupaya menempatkan setiap obyek desain agar dapat dikomunikasikan merupakan konsep kerja yang tidak mudah terutama dalam mengidentifikasi unsur-unsur yang spesifik dalam sebuah karya desain. Diperlukan suatu metode yang handal, perencanaan yang akurat, manajemen yang efektif dan efisien dalam mengelola semua proses kerja mendesain. Beberapa hal konkretnya yang harus dipahami adalah:


Metodologi Desain; pemahaman terhadap suatu alur kerja yang digunakan desainer didalam pencarian solusi dari mulai muncul gagasan, eksekusi visual, hingga ke permasalahan komunikasi yang hendak disampaikan.


Evaluasi Desain; pemahaman kerja desain melalui suatu sistem uji prosedur. Sebagai contoh, mengamati suatu reaksi anak-anak terahadap pada sebuah buku, dengan melakukan suatu uji coba yang bertujuan menjawab beberapa masalah seperti: Apakah buku tersebut mudah dibaca anak? Apakah buku itu menarik anak? Apakah maksud dan arti yang terkandung diadalam buku itu dapat dikomunikasikan secara efektif.


Manajemen Desain; pemahaman yang melibatkan suatu ikhtisar dari tata laksana kerja desain, termasuk didalamnya memanajemen kreativitas, biaya-biaya, operasional teknis, scheduling dan deadline hingga standar mutu dan kualitas.


7. Sejarah dan Kritik


Para desainer adalah bagian dari suatu kultur visual yang meliputi seni, arsitektur dan desain baik pada saat ini, masa depan maupun masa lalu. Para Desainer belajar tentang masa lalu untuk mengembangkan inspirasi dan untuk memahami beragam tema desain pada suatu jaman, gaya dan pengembangan teknisnya, para pelaku dan penggunanya bahkan mungkin digunakan untuk melacak bagaimana gagasan-gagasan tertentu pada suatu era atau bagaimana pengembangan dunia seni dan kemajuan teknologi dapat mempengaruhi proses para desainer dan hasil karyanya. Sementara itu, Kritik membantu desainer mengevaluasi kegunaan atau tampilan dari suatu desain.


8. Teori Desain


Teori Desain berupaya menyelidiki prinsip dasar tentang “apa dan mengapa” dalam berlangsungnya proses desain. Sebagai contoh, kenapa suatu warna dapat mengkomunikasikan kebahagiaan, sementara bagi seseorang dari masyarakat yang lain justru mengkomunikasikan kemarahan? Bagaimana budaya tertentu dapat mempengaruhi desainer dan audience? Seperti apa segmentasi dari sebuah desain dan bagaimana sebuah desain dapat tampil di depan publik? Teori Desain juga melakukan penelusuran untuk menemukan prinsip-prinsip tertentu dalam proses kerja desain grafis dan melihat apakah sebuah desain berproses dengan cara yang intuitif atau disengaja. Biasanya digunakan pada desain-desain yang pernah ada dan digunakan sebagai bahan kajian, kritik atau penggalian inspirasi.